29 November 2008

Indonesia Negeri Bulu Tangkis Yang Cinta Sepak Bola

Bulan Mei lalu salah satu kejuaraan bulutangkis beregu paling bergengsi Piala Thomas dan Uber berhasil diselenggarakan di Istora Senayan, Jakarta. Kendati tim Thomas Indonesia gagal tampil di partai puncak 18 Mei silam, tetapi keberhasilan tim Uber untuk berlaga menantang China di partai pamungkas piala Uber berhasil membuktikan bahwa negara kita masih negara dengan kultur bulutangkis yang kuat.

Hal ini juga dibuktikan dengan melimpahnya dukungan dari warga masyarakat Indonesia, baik mereka yang rela mengantri berjam-jam hanya demi selembar tiket untuk bisa masuk ke Istora ataupun mereka yang menyisakan waktunya untuk menyaksikan perjuangan para pahlawan bulutangkis kita melalui layar kaca.

Dengan jeda hanya satu bulan, Indonesia kembali menjadi tuan rumah salah satu dari rangkaian super series yang akan digelar sepanjang tahun ini. Djarum Indonesia Open Super Series 2008 akan digelar minggu depan pada tanggal 17 hingga 22 Juni. Bertepatan dengan minggu kedua penyelenggaraan Piala Eropa 2008 atau yang lebih dikenal dengan nama EURO 2008. EURO sendiri telah resmi dibuka pada 8 Juni silam bertempat di Austria dan Swiss, Piala Eropa kali ini tidak akan dihadiri oleh Inggris yang gagal lolos kualifikasi untuk tampil di putaran final karena dikalahkan oleh Kroasia pada babak play off.

Gegap gempita EURO 2008

Televisi swasta nasional pemilih hak siar Euro 2008 di Indonesia dengan meriah mengadakan acara tersendiri dalam menyongsong detik-detik pembukaan EURO 2008 pada minggu malam. Hal ini pun disambut meriah oleh para penggemar sepak bola. Euro yang telah digaungkan dari beberapa bulan bahkan satu tahun sebelum hari penyelenggaraannya membuat EURO dikenal baik masyarakat serta promo-promo yang dilakukan untuk mengenalkan sejarah Piala Eropa tersebut terbukti cukup efektif dalam mendapatkan perhatian yang besar dari masyarakat.

Café-café yang bertebaran di ibu kota maupun kota-kota besar lainnya berlomba-lomba menggelar acara nonton bareng EURO 2008, selain untuk menghimpun para penggemar dan penggila sepak bola hal ini juga dilakukan untuk memeriahkan perhelatan akbar tersebut. Mengingat begitu dikenalnya sepak bola asing di negara kita berkat siaran-siaran langsung pertandingan sepak bola dari liga negara-negara Eropa seperti liga Italia, Inggris, Belanda dan Spanyol oleh beberapa televisi swasta maka tak heran jika setiap tempat yang menggelar acara nonton bareng itu selalu dipadati para penggemarnya kendatipun siaran langsung pertandingan sepak bola digelar dini hari.

Bulutangkis di Indonesia

Cabang olah raga yang berhasil menyumbangkan emas pertama bagi Indonesia pada olimpade ini merupakan salah satu olah raga yang digemari dan begitu dicintai masyarakat. Mulai dari era Liem Swie King, hingga saat ini era Taufik Hidayat yang akan segera bergulir ke pemain-pemain yang lebih muda, mulai dari era Susi Susanti dan Mia Audina hingga saat ini era Adrianti Firdasari dan Pia Zebadiah. Target emas olimpiade masih bisa berhasil dipertahankan sejak Susi Susanti dan Alan Budikusuma berhasil menyumbang emas pada olimpiade 1992, dan terakhir Taufik Hidayat yang menyumbang emas bagi Indonesia pada Olimpiade 2004 silam.

Cara pendukung Indonesia dalam memberikan semangat kepada pemain yang berlaga dilapang tidak akan ditemukan di negara lain, hal ini diakui pemain nasional maupun pemain asing yang berlaga di Indonesia. Tercatat hingar bingar publik istora pada final Uber lalu mencapai 120db, hal ini setara dengan riuhnya sebuah konser musik yang menggunakan speaker raksasa. Yel-yel sepanjang pertandingan dengan meneriakan Indonesia, ataupun teriakan “ya” saat pemain Indonesia memukul bola dan teriakan “hu” saat giliran lawan memukul, hanya bisa terjadi di Indonesia. Teriakan itu kadang menganggu konsentrasi pemain, khususnya pemain yang berasal dari Eropa, karena pada pertandingan bulutangkis di Eropa teriakan penonton hanya terdengar jika shuttle cock menyentuh tanah, namun beberapa pemain lainnya mengaku senang jika bertanding di Indonesia karena hanya di negara ini penonton begitu meriah dan atraktif.

Jika Harus Membandingkan

Sepakbola dan bulutangkis di Indonesia merupakan dua cabang olah raga paling diminati, bila harus dibandingkan dengan cabang olah raga lain seperti tenis mauapun cabang atletik. Kecintaan masyarakat Indonesia kepada dua cabang olah raga ini sudah tidak perlu diragukan lagi, dipenuhinya café penyelenggaraan nonton bareng, serta padatnya istora pada perhelatan Piala Thomas dan Uber lalu merupakan sebuah bukti nyata bahwa kedua olah raga tersebut mendapat tempat besar dalam hati dan jiwa masyarakat Indonesia.

Dari hal yang sudah saya ungkapkan diatas, kesimpulan yang bisa saya ambil adalah apabila kita berbicara sepakbola kita hanya akan bisa membanggakan tim kesayangan kita dari liga ataupun negara Eropa, hal ini bisa kita lihat dari respon masyarakat terhadap pertandingan sepak bola asing yang menyebabkan televisi swasta berlomba-lomba menayangkan siaran langsung sepak bola asing, tentu saja hal ini tanpa bermaksud mengenyampingkan sepakbola nasional kita. Karena pada kenyataannya sepakbola nasional kita masih memerlukan banyak pendewasaan, mulai dari pendewasaan pengurus, pemain dan supporter. Seringnya terjadi ricuh antara pendukung tim yang bertanding pada pertandingan-pertandingan nasional, menunjukkan bahwa supporter sepakbola di Indonesia belum mencapai tahap kedewasaan.

Sudah saatnya sepakbola dan bulutangkis mendapat perhatian lebih dari masyarakat umumnya dan pemerintah Indonesia khususnya. Sudah saatnya pula pemerintah memilah dan memilih olah raga yang menjadi prioritas utamanya. Jika kita mengakui sebagai sebuah negara bulutangkis, maka sudah saatnya kita memberikan perhatian lebih kepada olah raga ini, jika kita mengakui sebagai sebuah negara sepakbola maka sudah saatnya kita membuktikan bahwa sepakbola bisa berprestasi lebih baik.

Indonesia BISA!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar