19 November 2008

EVALUASI PUTRI MASIH SOAL MENTAL

Hasil kurang mengesankan dipetik pebulutangkis putri Indonesia yang turun di dua turnamen Super Series Eropa, Denmark dan Prancis. Di tunggal, tak ada wakil yang bisa menembus semifinal, sedangkan di nomor ganda, pebulutangkis kita gagal di final.

Trio tunggal, Maria Kristin, Adriyanti Firdasari, dan Pia Zebadiah, meraih hasil yang berbeda. Di Denmark SS (21-26 Oktober), kegagalan diawali Pia, yang takluk di babak pertama melawan Judith Meulendijks 15-21, 18-21. Maria menyusul di babak kedua setelah kalah dari Lu Lan (Cina) 19-21, 21-12, 16-21. Di babak perempatfinal, giliran Firda kalah dari Tine Rasmussen (Denmark), 15-21, 18-21.

“Firda sejak babak pertama sebetulnya sudah main bagus. Namun, di poin-poin penting seringkali terlalu tegang sehingga tak bisa main lepas lagi,” ujar Marlev Mainaky, pelatih tunggal putri.

Di Prancis (28 November-2 November), Firda dan Pia sudah terhenti di babak pertama. Pia kalah 15-21, 16-21 dari Eriko Hirose (Jepang), sedangkan Firda takluk dari Lu Lan 21-23, 17-21.

Firda padahal sempat unggul di dua gim. Namun, menurut Marlev, minimnya ketenangan yang dimiliki Firda membuat lawan akhirnya unggul.

Sementara itu, Maria lagi-lagi harus mengakui keunggulan Lu Lan 21-16, 10-21, 19-21. Sejak menang di perebutan perunggu Olimpiade Beijing lalu, Maria tak pernah lagi bisa menang atas Lu Lan di Jepang SS, Denmark SS, Prancis SS. Tiga duel Maria vs Lu Lan selalu berakhir dengan tiga gim dan angka ketat.

“Maria selalu hampir menang. Lebih baik hampir kalah tapi menang daripada hampir menang tapi kalah. Faktor utamanya masih di mental,” jelas Marlev.

Ganda Positif

Hasil berbeda diraih nomor ganda. Tampil dengan formasi yang baru dipasangkan setelah Olimpiade, hasil positif diraih pasukan Cipayung.

Di Denmark, Greysia Polii/ Nithya Krishinda melaju hingga semifinal sebelum kalah dari Eei Hui Chin/ Wong Pei Tty (Malaysia) 19-21, 16-21. Hasil lebih baik diraih Jo Novita/ Rani Mundiasti, yang mencapai final meski akhirnya kalah dari Eei/ Wong 21-23, 12-21. Sebelum Denmark, Jo/Rani juga sempat mencapai final di Taiwan Gold GP, September lalu.

Sayang, di Prancis hasil ini tak terulang. Seluruh pasangan putri, termasuk ganda terbaik Lilyana Natsir/ Vita Marissa, terhenti sebelum semifinal. ''Memang masih perlu banyak perbaikan untuk mencapai hasil yang maksimal. Namun, untuk ganda putri, apalagi pasangan baru, bisa lolos ke final adalah hal positif,'' ujar Aryono Miranat, pelatih ganda putri.

(Sumber: Bolanews.com)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar