25 Oktober 2008

Andre Kurniawan Tedjono,di buang malah lebih bersinar

Keberhasilan Andre Kurniawan Tedjono menjadi juara turnamen berhadiah total 50 ribu dolar AS Selandia Baru-KLRC Terbuka di Auckland pekan lalu tentu menjadi sebuah kontradiksi. Andre justru menjadi juara setelah ditendang dari Pelatnas Cipayung!

Pemain klub Djarum kelahiran Magelang (Jateng), 7 Desember 1986 itu tampil sebagai kampiun setelah di final menumbangkan mantan pemain top dunia, Wong Choong Hann (Malaysia). Di dua partai sebelumnya, dia juga menggulung dua pemain negeri jiran lain, Roslin Hashim dan Yeoh Kay Bin.

''Setelah membela Djarum saya lebih rileks. Tidak ada beban lagi. Inilah yang mengantar saya menjadi juara,'' tutur Andre, yang saat dihubungi tengah mengikuti Vietnam International Challenge di Ho Chi Minh City, Selasa (22/5) malam.

Andre sebelumnya keluar-masuk Pelatnas Cipayung. Tahun 2003, pemain yang mengawali karier bersama klub Jaya Agung Magelang itu dipanggil masuk. Namun, setahun kemudian dia didegradasi karena tak dianggap berprestasi. Tahun 2005 dia kembali ditarik ke Cipayung. Lagi-lagi dia hanya bertahan setahun dan ditendang lagi dari kawah candradimuka bulutangkis Indonesia itu.

''Sekarang saya malah lebih fokus bersama Djarum. Saya bisa mengeluarkan seluruh kemampuan,'' tutur putra sulung pasangan Agus Tedjono dan Yeni Kusuma itu.

''Kemenangan ini sekalian untuk menunjukkan ke PBSI bahwa saya masih mampu. Membuang saya dari Cipayung tentu sebuah kekeliruan,'' sebutnya.

Atas kemenangan ini, Andre mendapat hadiah 4.000 dolar AS. ''Ya, ini hadiah terbesar yang saya dapat selama ini,'' ujarnya berseri-seri.

Fisik Kuat

Sebenarnya hasil di Negeri Kiwi itu tidaklah terlalu mengejutkan. Pasalnya, penampilan Andre sudah menjanjikan kala berlaga di Djarum Indonesia Super Series, sepekan sebelumnya. Dia melaju ke babak perempatfinal setelah menumbangkan unggulan ke-8, Kenneth Jonassen (Denmark).

''Kemenangan atas Kenneth tersebut mekin menambah rasa percaya diri Andre,'' kata pelatih Djarum, Agus Dwi Santoso.

Begitu pula saat mengatasi Wong di partai puncak. ''Andre tidak takut. Justru sebaliknya, lawan yang ketakutan karena Andre tidak banyak membuat kesalahan,'' tutur Agus.

Salah satu kunci keberhasilan Andre, menurut Agus, adalah kemauan besar untuk menang dan ditunjang kondisi fisik yang bagus. Saat latihan di GOR Djarum, Jati, Kudus, pun Andre selalu menunjukkan segala kelebihannya itu.

''Tak hanya saat bertanding, ketika latihan pun dia memiliki semangat luar biasa. Hasil bagus ini tentu karena latihan yang sungguh-sungguh,'' papar Agus.

Selama latihan, Selain Agus, Andre dipoles Fang Kai Xiang dan Ellen Angelina. Andre berlatih bersama Ari Yuli Wahyu, Nugroho Adi Saputro, Wisnu Haryo Putro, Hendri Apriliyanto, dan Dionysius Hayom Rumbaka.

Setelah berjaya di Auckland, Andre pun mengincar gelar berikut di Ho Chi Minh City. ''Doakan semoga saja bisa juara lagi,'' katanya.

Data Diri
Nama: Andre Kurniawan Tedjono
Lahir: Magelang, 7 Desember 1986
Orangtua: Agus Tedjono/Yeni Kusuma
Postur: 176 cm/69 kg
Anak: Pertama dari tiga bersaudara (Agro Alanggana Tedjono, Aldi Alanggana Tedjono)
Idola: Taufik Hidayat
Hobi: Sepakbola
Mulai Karier: Kelas 4 SD Tarakanita Magelang
Klub:
Jaya Agung Magelang (1995-1996),
Djarum (1997-kini)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar